Saya dilahirkan 28 tahun yang lalu disebuah kota kecil. kota yang begitu indah, tidak begitu bising. Suasananya masih nyaman dan udaranya yang segar. Saya mempunyai 3 orang kakak dan semuanya lelaki dan kebetulan saya paling bontot. Sejak umur saya 1 bulan, saya sudah dirawat oleh seorang baby sitter mungkin karena kesibukan kedua orang tua saya. Masa-masa kecil saya boleh dibilang saya lebih dekat dengan baby sitter saya ini. Baby sitter yang mengurus ini saya panggil Emak. Seingat saya dia seumur orang tua saya. Dia asli orang Jawa Tengah, dia seorang suster yang dididik dengan pendidikan Belanda dan terkenal disiplinnya.
Saya lebih sayang dia daripada orang tua saya. Mungkin karena sejak saya kecil dia yang selalu dekat dengan saya. Saya menganggap dia sudah seperti orang tua saya sendiri. Karena dari kecil dari TK sampai SD,dia selalu menemani saya pergi ke sekolah. Memang waktu itu saya dijuluki anak suster, karena saking manjanya dan saking takut kehilangan suster tersebut. Kemana pun saya harus pergi, harus ada dia dan tidur pun dari kecil saya dengan dia. Hahaha..
Banyak hal-hal yang diajarkan dia kepada saya, tentang kesabaran, kasih sayang dan apa arti sebuah hidup ini. Dia selalu memberi contoh nyata apa yang terjadi dalam hidup. Bahwa hidup ini tidak seindah yang dipikirkan orang. Hidup ini keras dan butuh perjuangan. Dia mengajarkan kepada saya untuk seperti padi, semakin berisi semakin menunduk. Tidak sombong dan belajar untuk menerima sesuatu yang baru. Setiap ada saya dimarahi dia selalu membela saya, dan apabila saya diperlakukan tidak adil dia juga yang selalu membela saya. Masa-masa ini merupakan masa kecil saya yang paling indah. Sejujurnya pada waktu kecil saya tidak merasakan kasih sayang orang tua saya, saya yakin sebenarnya mereka sayang tapi mungkin mereka sibuk dengan kesibukan mereka. Sampai saat ini saya masih merasakan hal yang sama, hati saya seperti ada ruang yang kosong, seperti dalam kegelapan.
Setiap bulan, gaji yang dia berikan orang tua saya, semuanya dihabiskan untuk memberikan barang kesukaan saya. Saya terkadang bilang, “Emak simpan aja. Emak kan butuh.”. Dia bilang” Ngak apa-apa. Emak ada simpan juga kok “.
Saya masih ingat minuman kesukaan Emak adalah Fanta dan sprite. Hampir setiap hari dia minum Kalo saya kebetulan ada uang dari hasil tabungan saya, pasti saya belikan. Ternyata gara-gara kebiasaan itu, pada Emak jatuh sakit. Tiba-tiba dia tidak bisa melihat dan berjalan. Setelah dicek Emak terkena kencing manis dan dokter memvonis bahwa Emak masih bisa berjalan tapi tidak bisa melihat lagi. Saya menangis waktu mendengar hal tersebut, orang yang paling saya sayangi dan dekat dengan saya tidak bisa melihat lagi. Dan setelah 1 bulan di rumah sakit, dia kembali ke rumah. Saya dengar dari orang tua saya, setiap hari dia menanyakan kabar saya, sekolah saya . Disaat dia sakit dia masih ingat saya. Akhinrya setelah itu Emak berpamitan pulang ke kampung halamannya. Semua orang, tetangga dan semua orang disekitar rumah yang kenal dengan Emak ,semuanya menangis. Emak terkenal dengan dekat dan baik terhadap lingkungan sekitar. Dan sebelum dia berangkat, dia bilang kepada saya “ Emak pergi dulu. Kamu harus rajin belajar dan sukses yah. Dan inget kamu ngak boleh menangis. Kamu harus tegar “. Lalu saya bilang dengan tertawa “ Tenang aja,mak. Aku kan udah besar. Yang penting sekarang Emak cepet sembuh. Nanti kan kita bisa maen lagi”. Setelah itu mobil ditutup dan Emak berangkat ke kampung halamannya. Setelah itu saya menangis sekeras-kerasnya. Saya tidak terima kenapa Emak harus sakit seperti itu. Dan saya kehilangan tempat saya mengadu. Setelah hampir 10 tahun saya tidak mendengar kabar Emak, kebetulan saya minum jamu di Mbok Jamu langganan saya dari kecil saya panggil dia Ayu. Dia bilang : Dek, kamu masih kangen ama Emak?”…. Saya jawab “ Masih,yu…Ayu masih ketemu Emak ? Sehatkan dia? “
Oh ya saya dipanggil Dede karena saya paling kecil di keluarga.
Lalu Ayu kaget “ Lho jadi Dedek ngak tahu yah? Emak udah lama meninggal.”
Lalu saya jawab dengan biasa “ Hah, kok ngak ada yang kasih tahu. Udah meninggal yah,yu ?
“Iya,dek. Ayu terakhir ketemu udah lama,dan dia selalu tanya Dedek. Dia kangen ama Dedek”
Setelah itu saya bayar jamu tersebut dan saya bilang “Terima kasih,yu”, lalu saya lari ke kamar dan menangis. Saya belum sempat ketemu dan membalas budi dia. Lalu saya berdoa untuk Emak “ Mak, Emak istirahat aja dengan tenang. Tolong doain Dedek yah. Semoga Dedek tegar dan sukses menjalani hidup ini. Terima Kasih atas yang Emak berikan selama ini. Sampai kapanpun, Dedek ngak pernah lupain Emak. Amin “
Hahaha…Tiba-tiba ketika menuliskan cerita ini, air mata saya jatuh dengan sendirinya. Keluar tak terbendung dan tertahankan….
Story will continue..See you next time…
Readmore..